Well, hari ini aku lagi sedikit malas untuk menulis dalam bahasa Inggris. Next time maybe.
Nah, topik hari ini adalah filosofi hidupku. Aku yakin bahwa kita sering mendengar berbagai slogan mengenai arti kehidupan. Masing-masing dari kita tentu memiliki pandangan tersendiri mengenai arti kehidupan. So do I...
Beberapa menit yang lalu, saat aku baru tiba di ruang PPL, tiba-tiba saja aku mulai berpikir tentang arti kehidupan (versiku sendiri). Yang membuatku tiba-tiba memikirkan tentang kehidupan, tak lain dan tak bukan, ialah perjalananku dari kos menuju sekolah ini (FYI aku tengah menjalani PPL di salah satu sekolah di Kota Semarang). Ada banyak jalan yang bisa aku lalui untuk menuju tempat ini, tapi entah mengapa aku tetap konsisten dengan jalan yang biasa aku lewati (of course becuase it is the fastest one). Dari situlah aku mulai berpikir mengenai kehidupan. So, I began thinking that LIFE IS SIMILAR TO A TRIP FROM MY BOARDING HOUSE TO THIS SCHOOL. Yup, jadi dalam pandanganku, hidup itu serupa dengan perjalanan dari kosku ke sekolah ini. To make it simple, I will say that 'Life is similar to a trip'.
Let's begin to discuss the main point. Nah, dalam hidup ini, kita memiliki banyak opsi atau pilihan. Begitu pula saat kita memulai suatu perjalanan. Kita memiliki banyak pilihan mengenai jalan-jalan yang bisa kita lalui untuk menuju tempat tujuan. Pun dalam hidup, tentu kita memiliki suatu tujuan. Dan untuk mencapai tujuan tersebut, ada banyak pilihan mengenai apa yang harus kita lakukan. Terkadang, untuk mencapai tempat tujuan, kita memilih jalan yang paling cepat (like the one I did). Di lain waktu, kita memilih jalan dengan jarak yang lebih jauh namun terbukti sangat aman. Atau kita memilih jalan tertentu dengan pertimbangan pemandangan yang memanjakan mata (lumayan, sekalian refreshing haha). It goes the same for our lives, terkadang kita memilih cara tercepat untuk mencapai tujuan kita. Terkadang kita memilih cara yang mungkin lebih lambat namun terbukti aman dan tidak memiliki banyak resiko. Terkadang kita memilih cara yang mungkin lebih lambat dari yang lain karena kita tidak terlalu fokus dengan tujuan, karena kita ingin pula menikmati hidup ini dengan cara kita, kita tak ingin terburu-buru. Intinya, perjalanan dan kehidupan sama-sama memberikan banyak pilihan bagi kita.
Lalu bagaimana peran takdir yang telah terlebih dahulu ditetapkan Tuhan. Aku menghabiskan sekian menit untuk memikirkannya, and finally got the relevant similarities between life and a trip in terms of 'fate'. Jadi, dalam hidup kita mengenal istilah takdir Tuhan. Sesuatu yang tak dapat kita ubah. Dalam perjalananpun kita mengenal beberapa peraturan yang tak dapat kita ubah. Seperti adanya jalan satu arah yang menyebabkan kita tak bisa selalu melewati jalan tersebut. Nah, sekiranya seperti itulah takdir hidup. Terkadang kita telah memilih jalan yang paling cepat, namun apa daya jika ternyata berdasarkan peraturan yang ada kita tidak bisa melewati jalan tersebut. Begitupun dalam hidup, terkadang kita telah memilih suatu cara dalam mencapai tujuan kita, namun apa mau dikata jika Tuhan telah berkehendak lain. Perlu diingat bahwa setiap peraturan diberlakukan untuk kebaikan bersama. Begitupun kehendak Tuhan, ditetapkan demi kebaikan kita.
Seperti apa pun hidup kita, kita harus selalu bersyukur atas apa yang kita miliki. Tetapkan tujuan yang hendak kita capai, jika perlu tetapkan tujuan yang tinggi (jika diibaratkan perjalanan, maka tetapkan tujuan yang jauh). Karena semakin tinggi tujuan kita (semakin jauh tujuan kita), maka semakin besar usaha kita dan semakin banyak pengalaman yang kita dapatkan (semakin jauh jarak yang kita tempuh dan semakin kita tau isi dunia ini). Pilihlah jalan yang paling sesuai dengan kita, namun jangan terlalu kecewa jika ternyata apa yang telah kita pilih tak dapat kita lalui. Tuhan pasti punya rencana yang lebih baik untuk kita.
So, in the end, I will say "Let's live our lives happily!"